Kutai Timur – DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kutai Timur menekankan pentingnya edukasi parenting sebagai strategi utama dalam memperkuat perlindungan anak di tingkat keluarga. Program ini disusun agar orang tua mampu menjadi pendidik pertama yang efektif dan menjadi teladan positif bagi anak di rumah, sehingga perkembangan mereka dapat diarahkan sejak dini.
Kepala DP3A, Idham Cholid, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan parenting mencakup pelatihan bagi orang tua peserta didik PAUD, sosialisasi mengenai digital parenting, hingga pendampingan untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam keluarga. Menurutnya, keterlibatan orang tua yang aktif dan sadar akan pola pengasuhan yang tepat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak.
Tujuan utama program ini tidak hanya untuk menekan kasus perundungan dan kekerasan, tetapi juga menumbuhkan kepribadian anak yang kuat sejak usia dini. “Anak yang mendapat pengasuhan baik di rumah akan tumbuh dengan percaya diri, empati, dan nilai moral yang kuat,” kata Idham.
Selain fokus pada edukasi keluarga, DP3A juga bekerja sama dengan sekolah dan lembaga PAUD untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung setiap anak mengembangkan potensi terbaiknya. Program parenting turut diintegrasikan ke dalam layanan Rumah Bersama Indonesia (RBI), sebagai ruang bagi orang tua untuk mempraktikkan keterampilan pengasuhan dengan pendekatan positif dan penuh kesadaran. “Artinya perlindungan anak menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dunia usaha, dan media,” tegasnya.
Idham menambahkan bahwa strategi ini menjadi kunci DP3A dalam mencapai target KLA Nindya pada 2026 sekaligus menurunkan berbagai risiko sosial yang dapat memengaruhi anak. Melalui penguatan komunikasi efektif, pengendalian emosi, dan pemahaman penggunaan media digital yang sehat, pihaknya yakin generasi Kutim dapat tumbuh aman, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. ADV
![]()









