BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran di tengah kondisi perekonomian yang dinilai belum sepenuhnya baik. Masyarakat diminta mengutamakan kebutuhan pokok dan menunda pembelian barang yang sifatnya tidak mendesak.
Menurut Yono, kondisi ekonomi yang kurang baik turut dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya harga sejumlah barang kebutuhan pokok. Situasi tersebut membuat masyarakat perlu melakukan penyesuaian dalam mengatur keuangan rumah tangga.
“Saran saya untuk masyarakat ya berhemat dulu. Bertahan di masa sulit,” ujar Yono. Rabu (9/9/2026) saat diwawancarai di kantor DPRD Balikpapan.
Ia menyampaikan, masyarakat sebaiknya tidak memaksakan diri membeli barang-barang yang belum menjadi kebutuhan utama. Pengeluaran rumah tangga perlu diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kebutuhan dapur dan kebutuhan pokok keluarga.
Yono menilai sikap menahan diri dalam berbelanja bukan berarti masyarakat harus menghentikan seluruh aktivitas konsumsi. Namun, pengeluaran perlu dilakukan secara lebih selektif dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
“Barang-barang kebutuhan pokok banyak yang naik. Jadi solusinya kita berhemat, jangan membeli barang yang tidak penting. Penuhi kebutuhan di rumah dulu untuk sehari-hari, misalnya kebutuhan dapur,” katanya.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang terjadi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh situasi di tingkat lokal, tetapi juga berkaitan dengan kondisi ekonomi secara global. Dampaknya kemudian ikut dirasakan di berbagai sektor perekonomian daerah.
Di Balikpapan, kata dia, masyarakat mulai menunjukkan kecenderungan untuk menahan pengeluaran. Sejumlah sektor yang membutuhkan daya beli cukup besar, seperti otomotif dan perumahan, turut merasakan dampak dari sikap masyarakat yang lebih berhati-hati menggunakan uang.
Yono mengatakan, prinsip menahan diri perlu dilakukan masyarakat agar kondisi keuangan masing-masing keluarga tetap terjaga. Menurutnya, mempertahankan kemampuan ekonomi rumah tangga menjadi hal penting ketika situasi perekonomian sedang menghadapi tekanan.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga kestabilan ekonomi keluarga dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan. Dengan demikian, masyarakat tidak terbebani oleh kebutuhan konsumtif yang dapat mengganggu kondisi keuangan dalam jangka panjang.
Yono juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak berlebihan dalam menyikapi kondisi ekonomi. Menurutnya, pengelolaan keuangan secara hati-hati menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat sembari menunggu kondisi ekonomi kembali membaik. (f/adv)
![]()









