Kutai Timur – Keberlangsungan pelayanan kebersihan di Kutai Timur masih ditopang tenaga pengangkut sampah berstatus harian lepas, sementara kebutuhan sumber daya manusia dan fasilitas persampahan terus bertambah seiring tuntutan pelayanan di lapangan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutai Timur Aji Wijaya Effendi di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, mengatakan dukungan terhadap petugas pengangkut sampah diperlukan agar pekerjaan mereka tetap berjalan.
Menurut Aji, kebutuhan fasilitas dan sumber daya manusia semestinya dapat bertambah setiap tahun, tetapi kondisi petugas di lapangan perlu menjadi perhatian karena sebagian tenaga yang menjalankan pekerjaan pengangkutan sampah masih berstatus harian lepas.
“Ya, setiap tahun harusnya gitu kan fasilitas, termasuk SDM-nya dan bertambah,” ujarnya.
Aji berharap kondisi pelayanan kebersihan tetap terjaga sehingga Kutai Timur dapat mempertahankan kebersihan wilayah, sembari meminta agar petugas yang menjalankan pekerjaan pengangkutan sampah tidak terlalu banyak mendapat sorotan atas kendala pelayanan yang terjadi.
“Mudah-mudahan kita bersihlah, kalau di kota bersih kan, mungkin hanya terlambat saja itu ngangkatnya, jangan dikomentari banyak-banyak, kasihan teman-teman tuh,” jelasnya.
Menurutnya, dukungan terhadap tenaga pengangkut menjadi bagian penting karena mereka berada di garis depan pelayanan persampahan, sedangkan status pekerjaan yang masih harian lepas menunjukkan kebutuhan perlindungan dan dukungan terhadap tenaga operasional masih menjadi perhatian.
“Di-support-lah teman-teman yang pengangkut itu kan, statusnya itu harian lepas,” tegasnya.
Status harian lepas tersebut menjadi salah satu gambaran kondisi tenaga operasional persampahan yang masih bergantung pada kebutuhan pelayanan, sementara peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia perlu terus diperjuangkan agar kemampuan pengangkutan dapat mengikuti kebutuhan masyarakat.
Aji tidak menjelaskan lebih jauh mengenai jumlah tenaga pengangkut yang berstatus harian lepas maupun rencana perubahan status mereka, sehingga dukungan yang dimaksud dalam keterangannya masih berfokus pada keberlangsungan pekerjaan di lapangan.
Dengan kondisi tersebut, pelayanan kebersihan tidak hanya membutuhkan tambahan sarana, tetapi juga dukungan terhadap tenaga operasional yang menjadi pelaksana langsung pengangkutan sampah, agar keterlambatan pelayanan tidak sepenuhnya dibebankan kepada petugas lapangan. (SH/ADV)
![]()









