BALIKPAPAN — Sejumlah aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur di Kota Balikpapan hingga kini belum dapat direalisasikan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala, sehingga masyarakat yang telah menyampaikan usulan perbaikan jalan maupun drainase diminta untuk menunggu perkembangan anggaran pada tahun berikutnya.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Odang, saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Senin (14/9/2026).
Syarifuddin mengatakan, saat ini pihaknya belum dapat memberikan kepastian terkait realisasi sejumlah aspirasi masyarakat karena belum tersedianya anggaran untuk mengakomodasi seluruh usulan tersebut.
“Sekarang nggak bisa ini, nggak ada, Pak,” ujar Syarifuddin ketika ditanya mengenai tindak lanjut aspirasi masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup menjadi perhatian karena masyarakat sebelumnya telah menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur di wilayah tempat tinggal mereka. Beberapa di antaranya berkaitan dengan perbaikan jalan dan drainase yang dinilai sudah membutuhkan penanganan.
Ia mengaku memahami kondisi masyarakat yang berharap agar usulan tersebut segera direalisasikan. Terlebih, persoalan drainase menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang lingkungan permukiman dan mengantisipasi persoalan genangan ketika hujan.
“Aspirasi kan nggak ada,” katanya.
Syarifuddin menyebut, terdapat sejumlah kawasan yang kondisi infrastrukturnya masih membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satunya berkaitan dengan kondisi drainase yang dinilai cukup parah di beberapa wilayah.
Menurut dia, masyarakat tentu berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan. Namun, tanpa dukungan anggaran, pelaksanaan pekerjaan tersebut belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Kasihan warga itu, mereka sudah minta untuk perbaikan jalannya atau drainasenya. Drainasenya juga parah di sana,” ungkapnya.
Ia menambahkan, terdapat beberapa usulan lain yang juga telah disampaikan masyarakat kepada DPRD. Namun, persoalan anggaran membuat tidak seluruh aspirasi tersebut dapat langsung direalisasikan.
Kondisi ini membuat DPRD belum dapat memberikan solusi konkret dalam waktu dekat. Syarifuddin mengatakan, pihaknya akan menunggu adanya perubahan atau penyesuaian kondisi anggaran sehingga aspirasi masyarakat dapat kembali diperjuangkan.
“Ya, kita tunggu aja lagi nanti,” ujarnya.
Ia berharap pada tahun mendatang terdapat ruang anggaran yang lebih memungkinkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan warga sehari-hari. Aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan juga diharapkan tidak berhenti begitu saja, tetapi dapat kembali menjadi bahan pembahasan ketika kondisi anggaran memungkinkan.
“Kita tunggu ada perubahan,” pungkasnya.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi terkait pembangunan infrastruktur diharapkan tetap bersabar. DPRD Balikpapan menyatakan akan menunggu perkembangan anggaran untuk melihat kemungkinan pengalokasian kembali program-program yang saat ini belum dapat direalisasikan. (f/adv)
![]()









