AdvetorialKominfo Kutai Timur

Diskop UMK Kutim Catat Prestasi Pembinaan Koperasi hingga Tingkat Nasional

Kutai Timur — Pembinaan koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam beberapa tahun terakhir mencatat sejumlah capaian hingga tingkat nasional. Penghargaan yang diterima pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan koperasi yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Rangkaian prestasi tersebut mulai terlihat sejak 2022 setelah adanya proses pembenahan koperasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop UMK) Kutim. Upaya tersebut kemudian berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan capaian yang diperoleh baik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) maupun nasional.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UMK Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan proses tersebut telah berjalan sejak dirinya bergabung di lingkungan Diskop Kutim pada akhir 2020. Tahun berikutnya menjadi awal perintisan pembinaan yang kemudian mulai menunjukkan hasil.

“Mulai saya baru bergabung saya akhir 2020. 2021 udah nih merintis, 2022 ada hasil. 2023, 2024, 2025 sampai 2000 dulunya berturut-turut,” ujar Firman saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Pada 2022, Kutim memperoleh penghargaan sebagai pembina koperasi terbaik se-Kaltim. Prestasi tersebut kembali diraih pada 2023 sehingga capaian pembinaan koperasi di daerah tersebut terus berlanjut selama dua tahun berturut-turut di tingkat provinsi.

Perjalanan tersebut kemudian berkembang ke tingkat nasional. Pada 2024, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat memberikan penghargaan kepada Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, sebagai pembina koperasi andalan tingkat nasional.

“Di 2024, Dekopin Pusat memberikan reward terhadap Pak Bupati sebagai pembina Koperasi Andalan tingkat nasional,” ucapnya.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian dalam rangkaian pembinaan koperasi yang dilakukan pemerintah daerah. Memasuki 2025, Kutim kembali disebut memperoleh penghargaan sebagai pembina koperasi terbaik.

Capaian di tingkat nasional kembali berlanjut pada 2026. Pada tahun tersebut, Menteri Koperasi memberikan penghargaan kepada Bupati Kutim atas pembinaan koperasi di daerah. Firman menyebut penghargaan tersebut memiliki capaian yang cukup khusus karena hanya dua bupati di tingkat nasional yang mendapatkannya, termasuk Bupati Kutim.

“2026 puncaknya dari Menteri Koperasi memberikan penghargaan kepada Pak Bupati untuk tingkat nasional,” ungkapnya.

Selain penghargaan tersebut, pemerintah daerah pada 2026 kembali memperoleh penghargaan dari Menteri Koperasi atas komitmen dalam pengembangan koperasi. Rangkaian capaian itu kemudian bertambah pada Agustus 2026 ketika Bupati Kutim melalui Kepala Diskop UKM, Marhadyn, menerima Koperasi Awards 2026 Nayaka Mahambara kategori Pejabat Negara.

Bagi Firman, berbagai penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang tidak dilakukan secara instan. Menurutnya, capaian yang muncul setiap tahun berkaitan dengan proses yang telah dimulai sejak pembenahan koperasi dilakukan secara lebih serius.

“Karena apa? Mulai kita saya baru bergabung saya akhir 2020. 2021 udah nih merintis 2022 ada hasil,” ujarnya.

Menurut Firman, kesinambungan capaian dalam beberapa tahun menjadi hal yang patut diapresiasi. Penghargaan yang diterima tidak hanya menjadi catatan prestasi bagi pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan adanya perjalanan pembinaan koperasi yang terus dilakukan dari waktu ke waktu.

“Saya rasa sudah capaian prestasi yang patut dibanggakan,” tutupnya.

Rangkaian penghargaan dari tingkat provinsi hingga nasional tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan koperasi di Kutim. Diskop UMK Kutim terus melanjutkan proses tersebut melalui pembinaan, pengawasan, serta penguatan kelembagaan koperasi agar pengembangan koperasi di daerah dapat dilakukan secara berkelanjutan. (SL/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!