AdvetorialKutai Timur

Layanan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Diyakini Kembali Lancar Setelah Dualisme

Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran operasional perguruan tinggi di daerah, setelah persoalan internal yang sempat menghentikan bantuan operasional berhasil diselesaikan.

Langkah ini menjadi momentum penting agar proses administrasi, pembiayaan, dan kegiatan akademik di Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) bisa kembali berjalan lancar.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Kutai Timur, Sudirman Latif, menjelaskan bahwa hambatan utama selama ini berasal dari konflik dualisme kepengurusan di kedua perguruan tinggi tersebut.

Konflik ini membuat bantuan operasional dari pemerintah daerah tidak bisa dicairkan, sehingga memengaruhi kelancaran kegiatan akademik dan administratif kampus.

“Permasalahan utama sebelumnya adalah bantuan operasional dari pemerintah daerah tidak bisa dicairkan karena adanya dualisme kepengurusan di STAIS dan STIPER,” ujar Sudirman.

Pernyataan ini menegaskan bahwa ketiadaan kepengurusan yang jelas menjadi faktor penghambat aliran dana dan stabilitas perguruan tinggi.

Kini, menurut Sudirman, semua hambatan tersebut telah berhasil diatasi dengan terbentuknya kepengurusan baru yang diakui secara administratif. Dengan adanya pengurus yang sah, proses administrasi dan pencairan dana dapat berjalan lebih lancar, sehingga STAIS dan STIPER dapat kembali fokus pada operasional dan pengembangan akademik.

“Kini dengan pengurus baru proses administrasi dan pembiayaan bisa berjalan lebih lancar,” tegasnya. Langkah ini dinilai penting agar kedua perguruan tinggi tidak lagi mengalami stagnasi, sekaligus menjadi persiapan menuju tahap penggabungan sebagai bagian dari rencana pembentukan universitas daerah yang mandiri.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar sinergi antara STAIS, STIPER, dan lembaga pendidikan lain di Kutai Timur terus diperkuat. Tujuannya adalah menciptakan lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga berkualitas, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bupati Kutai Timur menekankan bahwa keberlangsungan perguruan tinggi ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang akan mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.

Dengan pembenahan kepengurusan dan dukungan administrasi yang lebih terstruktur, Pemkab Kutim optimistis bahwa perguruan tinggi di Kutai Timur dapat bergerak maju, menjalankan program akademik secara optimal, dan mempersiapkan diri menuju universitas daerah yang solid dan berkelanjutan.(SH/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!