Balikpapan, Inikaltim.com – Tingginya angka kasus HIV yang menempatkan Balikpapan pada posisi kedua di tingkat kota menjadi perhatian serius DPRD. Anggota Komisi III, Syarifuddin Oddang, menilai perlunya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menekan angka penularan.
Dalam keterangannya di kantor DPRD Balikpapan, Rabu (15/7/2026), ia menyampaikan bahwa persoalan ini harus ditangani melalui pendekatan kesehatan masyarakat yang komprehensif, mulai dari pencegahan hingga penanganan.
“Ini bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga isu sosial. Pemerintah harus hadir memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat tentang cara penularan dan pencegahannya,” ujarnya.
Syarifuddin menegaskan bahwa informasi yang akurat sangat penting agar masyarakat tidak salah paham dan tidak menimbulkan stigma terhadap pihak tertentu. Ia juga mengingatkan bahwa penanganan HIV membutuhkan keterlibatan banyak sektor, termasuk tenaga kesehatan, pendidikan, dan komunitas.
Ia menyebut arahan pemerintah pusat untuk memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan harus diterjemahkan dalam program nyata di daerah. Salah satunya adalah dengan meningkatkan layanan tes kesehatan, konseling, serta kampanye hidup sehat yang menyasar generasi muda.
“Pencegahan harus dimulai dari edukasi. Anak muda perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan menjauhi perilaku berisiko,” jelasnya.
Selain itu, DPRD juga mendorong Pemkot Balikpapan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang ramah dan mudah dijangkau masyarakat. Upaya ini dinilai penting agar masyarakat tidak ragu untuk memeriksakan diri.
Syarifuddin menambahkan, penanganan HIV harus dilakukan secara manusiawi dan berbasis kesehatan, bukan dengan pendekatan yang menimbulkan ketakutan atau diskriminasi.
Dengan langkah yang tepat dan berkelanjutan, ia optimistis angka kasus HIV di Balikpapan dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
![]()








