BALIKPAPAN – Menjamurnya lapangan olahraga padel di Kota Balikpapan dinilai menjadi angin segar di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan. Pertumbuhan fasilitas olahraga tersebut tidak hanya mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga dinilai mampu menciptakan efek berantai terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Yono Suherman mengatakan, perkembangan olahraga padel menunjukkan adanya perubahan gaya hidup masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uang, aktivitas olahraga justru masih memiliki daya tarik tersendiri.
Hal itu disampaikan Yono saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, keberadaan lapangan padel tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga membuka peluang bagi berbagai sektor usaha lainnya. Salah satunya adalah UMKM yang dapat tumbuh di sekitar kawasan olahraga.
Yono mencontohkan, keberadaan coffee shop di sekitar tempat olahraga dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi baru. Masyarakat yang datang untuk bermain padel tidak hanya mengeluarkan uang untuk menyewa lapangan, tetapi berpotensi melakukan aktivitas ekonomi lainnya, seperti membeli makanan dan minuman atau menggunakan jasa lainnya.
“Banyak tempat olahraga padel di Balikpapan. Walau ekonomi melambat, tentu ini menjadi angin segar. Masyarakat memilih hidup sehat. Di tempat padel juga bisa menghadirkan UMKM seperti coffee shop. Tentu hal ini membuat ekonomi bertumbuh,” ujar Yono.
Ia menjelaskan, dampak ekonomi dari pembangunan fasilitas padel bahkan dapat dirasakan sejak proses pembangunan. Pembangunan lapangan membutuhkan tenaga kerja dan berbagai material yang diperoleh dari toko bangunan maupun penyedia jasa konstruksi.
Dengan demikian, perputaran uang tidak hanya terjadi pada pengelola lapangan padel. Tukang yang terlibat dalam pembangunan mendapatkan pekerjaan, toko bangunan memperoleh permintaan material, sementara setelah fasilitas beroperasi akan muncul kebutuhan tenaga kerja untuk mengelola lapangan maupun usaha pendukung seperti coffee shop.
Yono menilai perkembangan olahraga padel di Balikpapan cukup positif. Apalagi jika kota tersebut telah memiliki belasan lapangan padel yang tersebar di berbagai kawasan. Menurutnya, jumlah fasilitas yang semakin banyak dapat menjadi modal bagi Balikpapan untuk menggelar berbagai kegiatan olahraga berskala besar.
Ia berharap ke depan semakin banyak event padel berskala nasional yang digelar di Balikpapan. Kehadiran peserta dari luar daerah dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Apalagi ada event skala nasional. Orang dari luar daerah pasti ke sini dan akan menghidupkan ekonomi. Mereka akan membelanjakan uang mereka di UMKM,” katanya.
Menurut Yono, peserta maupun pengunjung dari luar daerah tidak hanya membutuhkan tempat pertandingan. Mereka juga membutuhkan hotel, transportasi, makanan, minuman, hingga berbagai kebutuhan selama berada di Balikpapan.
Kondisi tersebut dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Ketika sebuah event olahraga mendatangkan banyak orang dari luar daerah, tingkat hunian hotel berpotensi meningkat. Pelaku UMKM kuliner juga dapat memperoleh tambahan pelanggan, sementara sektor transportasi dan jasa lainnya ikut bergerak.
Karena itu, Yono melihat perkembangan padel tidak semata-mata sebagai tren olahraga. Jika dikelola dengan baik dan didukung dengan penyelenggaraan event, olahraga tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari penggerak ekonomi baru di Balikpapan.
Ia berharap pelaku usaha dan pemerintah daerah dapat melihat peluang tersebut secara lebih luas. Pertumbuhan fasilitas olahraga, UMKM, sektor jasa, dan kegiatan berskala nasional dinilai dapat saling mendukung untuk menjaga perputaran ekonomi daerah. (f/adv)
![]()









