AdvetorialBalikpapanDPRD BalikpapanPembangunan

Komisi III DPRD Balikpapan Soroti Kondisi Jalan di Gang dan Kawasan Permukiman

BALIKPAPAN — Kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Balikpapan menjadi perhatian DPRD, terutama jalan lingkungan dan akses di kawasan permukiman yang mengalami kerusakan. Perbaikan jalan dinilai perlu terus dilakukan agar tidak membahayakan masyarakat yang menggunakan akses tersebut setiap hari.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Odang, mengatakan secara umum kondisi perjalanan di sejumlah ruas jalan di Balikpapan masih cukup baik dan aman. Namun, menurutnya, persoalan masih ditemukan pada jalan-jalan lingkungan yang berada di dalam gang atau kawasan permukiman.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Senin (14/9/2026).

“Kalau saya melihat untuk perjalanan-perjalanan bagus saja, aman. Tetapi kalau di daerah gang-gang ke dalam, jalan-jalan itu masih belum bisa terealisasi semuanya,” ujar Syarifuddin.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam melakukan perbaikan seluruh jalan yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat sejumlah usulan masyarakat terkait peningkatan maupun pengaspalan jalan belum seluruhnya dapat direalisasikan.

Menurut Syarifuddin, pemerintah melalui dinas terkait sebenarnya cukup responsif terhadap laporan masyarakat apabila ditemukan jalan berlubang. Penanganan sementara seperti penambalan lubang dapat dilakukan relatif cepat setelah adanya laporan dari warga.

“Kalau ada jalan berlubang, datangnya cepat. Yang penting masyarakat melapor,” katanya.

Meski demikian, ia menilai penanganan jalan tidak cukup hanya dengan melakukan penambalan pada bagian yang berlubang. Untuk jalan yang mengalami kerusakan cukup parah, diperlukan peningkatan kualitas jalan secara menyeluruh, termasuk pengaspalan kembali.

Syarifuddin mencontohkan kondisi jalan di kawasan Gunung Bakaran yang menurutnya membutuhkan perhatian lebih. Jalan di kawasan tersebut sebelumnya sudah memiliki lapisan aspal, namun kondisinya kini telah mengalami kerusakan.

Ia berharap jalan tersebut dapat kembali diaspal sehingga masyarakat memperoleh akses yang lebih aman dan nyaman.

“Maunya diaspal baru. Di sana kan sudah ada aspalnya, tapi sudah hancur,” ungkapnya.

Kerusakan jalan tersebut, lanjutnya, juga berpotensi membahayakan pengguna jalan. Permukaan jalan yang tidak lagi baik dapat menyebabkan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Menurutnya, persoalan keselamatan masyarakat harus menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur jalan. Jangan sampai kerusakan yang dibiarkan terlalu lama justru menimbulkan kecelakaan.

Syarifuddin pun mendorong pemerintah daerah agar tetap memberikan perhatian terhadap jalan-jalan lingkungan meskipun kondisi anggaran terbatas. Ia berharap usulan masyarakat yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan akses sehari-hari dapat menjadi prioritas dalam penyusunan program perbaikan infrastruktur.

“Anggaran kita kurang, tetapi tetap kita dorong. Jangan sampai jalan yang rusak dan membahayakan masyarakat dibiarkan terlalu lama,” pungkasnya. (f/adv)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!