Kutai Timur – Minimnya lowongan kerja di Kutai Timur mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menyiapkan strategi agar pencari kerja lebih siap memasuki pasar kerja.
Salah satu rencana yang disiapkan ialah pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans Kutai Timur Alexander Tarigan mengatakan pelatihan akan diarahkan untuk mengembangkan potensi pencari kerja apabila dukungan anggaran tersedia.
Materi pelatihan nantinya dapat mencakup kemampuan dasar seperti teknik menghadapi wawancara kerja hingga kompetensi tertentu yang dibutuhkan perusahaan.
“Minimal mungkin nanti pelatihan bagaimana interview yang baik,” kata Alexander di Kantor Disnakertrans Kutai Timur.
Menurutnya, pencari kerja juga perlu dikelompokkan berdasarkan kompetensi dan bidang pekerjaan yang diminati. Pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui jenis tenaga kerja yang tersedia sekaligus menentukan pelatihan yang paling sesuai.
Salah satu contoh yang disebut ialah pencari kerja dengan minat atau potensi sebagai mekanik. Data tersebut nantinya dapat dikoordinasikan dengan bidang pelatihan untuk melihat kemungkinan penyelenggaraan pelatihan mekanik bagi pencari kerja yang belum memiliki kemampuan tersebut.
Disnakertrans juga berencana berkoordinasi dengan perusahaan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja secara lebih konkret.
Jika perusahaan membutuhkan sejumlah mekanik, sementara data pencari kerja belum menunjukkan tenaga kerja dengan kompetensi tersebut, pemerintah dapat mengarahkan pelatihan untuk memenuhi kebutuhan itu.
“Kalau perusahaan membutuhkan mekanik, sementara dari data pencari kerja tidak ada yang punya kemampuan mekanik, kita latih mekanik supaya mereka siap bekerja,” ujarnya.
Alexander menegaskan pelatihan tersebut bukan dimaksudkan untuk memaksakan pencari kerja masuk ke bidang tertentu. Pemerintah lebih diarahkan membantu meningkatkan kemampuan mereka sesuai potensi dan kebutuhan lapangan kerja.
Rencana tersebut dinilai penting di tengah kondisi pasar kerja yang masih menghadapi keterbatasan lowongan. Dengan pemetaan kompetensi dan koordinasi bersama perusahaan, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi dapat meningkatkan kesiapan pencari kerja menghadapi kebutuhan dunia usaha.
Namun, pelaksanaan program tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.
Disnakertrans Kutai Timur akan mengoptimalkan peluang pelatihan apabila dukungan pembiayaan memungkinkan sehingga pencari kerja memperoleh kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan. (SH/ADV)
![]()









