Kutai Timur – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur bertekad untuk terus mengawal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar penggunaannya mendekati target yang telah ditetapkan.
Wakil Ketua I DPRD Kutai Timur, Sayid Anjas, mengungkapkan bahwa meskipun waktu yang tersisa untuk pencapaian target serapan anggaran sangat terbatas, pihaknya tetap optimis untuk mendorong pemerintah daerah agar memaksimalkan serapan anggaran.
“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar serapan anggaran bisa mencapai target. Selagi belum tutup buku, kami optimis untuk terus mencari cara agar APBD dapat terserap secara optimal,” ujar Anjas (17/11/2024).
Meskipun hanya tersisa satu bulan lagi, DPRD Kutai Timur berharap serapan anggaran dapat tercapai secara maksimal.
Namun, Anjas mengakui bahwa ada tantangan besar yang dihadapi, terutama cuaca musim hujan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan proyek infrastruktur.
“Salah satu kendala yang dihadapi adalah musim hujan yang memengaruhi proyek infrastruktur, khususnya semenisasi jalan,” jelasnya.
Cuaca yang kurang mendukung ini, menurutnya, menyebabkan beberapa proyek yang semula direncanakan untuk dibangun sepanjang 200 meter, hanya bisa diselesaikan hingga 100 meter.
“Ini menghambat proses pembangunan di beberapa wilayah,” tambahnya.
Anjas juga mengingatkan bahwa situasi ini berisiko menyebabkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang tinggi. SILPA yang besar menunjukkan bahwa anggaran tidak terserap dengan baik, yang berisiko merugikan masyarakat karena proyek yang seharusnya dapat terlaksana lebih luas, justru terhambat.
“Misalnya, proyek yang bisa dikerjakan 200 meter, akhirnya hanya selesai 100 meter. Sisanya malah menjadi SILPA. Ini merugikan masyarakat,” ungkapnya.ADV
![]()








