Samarinda – Upaya pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu prioritas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kalimantan Timur masa bakti 2025–2030.
Ketua DPD HIPPI Kaltim, Montik Dewi Rahayu, menyebut pihaknya akan memperkuat jejaring UMKM di berbagai sektor untuk memperluas peluang usaha lokal.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antarpelaku usaha agar terbentuk ekosistem bisnis yang kuat di Kaltim,” ujarnya.
Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, mendukung langkah tersebut dengan menegaskan pentingnya pengusaha lokal memiliki daya saing dan semangat nasionalisme ekonomi.
“HIPPI lahir agar pengusaha pribumi menjadi pelaku utama dalam perekonomian nasional,” katanya.
Ketua Dewan Pertimbangan HIPPI Kaltim, Nidya Listiyono, menilai penguatan UMKM perlu didukung kebijakan daerah yang berpihak pada pelaku usaha kecil.
“Sinergi HIPPI dan Pemprov Kaltim dapat membuka akses pembiayaan dan pelatihan bagi UMKM,” jelasnya.
Ketua DPC HIPPI Balikpapan, Muhammad Hanif Miftahul Huda, menambahkan, sektor UMKM di Balikpapan berpotensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah jika difasilitasi secara berkelanjutan.
“Kami siap mengintegrasikan program pembinaan UMKM bersama HIPPI Kaltim,” katanya.
Dengan jejaring kuat dari pusat hingga daerah, HIPPI diharapkan mampu menciptakan pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan memperkokoh fondasi bisnis pribumi di Kalimantan Timur.
![]()








