Kutai Timur – Disperindag Kutai Timur menegaskan bahwa keterbukaan informasi mengenai harga pangan menjadi bagian penting dari peningkatan layanan publik. Kepala Disperindag, Nora Ramadhani, menuturkan bahwa transparansi ini diperlukan agar masyarakat dapat memantau kondisi pasar secara cepat dan akurat.
Ia menerangkan bahwa sistem SP2KP menyediakan informasi pergerakan harga lebih dari 50 jenis komoditas di tiga pasar besar Kutim.
“Dengan mengetahui harga sejak awal, masyarakat bisa menyesuaikan kebutuhan harian mereka lebih efisien,” tuturnya.
Nora menegaskan pengawasan ini bukan sekadar formalitas. Sistem ini membantu pemerintah daerah mengambil keputusan cepat ketika terjadi perubahan harga yang drastis.
Nora menambahkan bahwa pengawasan ini tidak hanya sebatas prosedur, melainkan alat pemerintah untuk merespons cepat ketika terjadi lonjakan harga. Disperindag juga akan memaksimalkan penggunaan videotron di Pasar Induk Sangatta untuk menampilkan harga secara langsung, memudahkan warga sebelum berbelanja.
“Ini bagian dari peningkatan layanan publik. Warga berhak mengetahui kondisi pasar tanpa harus menunggu laporan manual,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Diskominfo Staper Kutim turut memastikan penyebaran data berjalan tepat dan akurat. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan membantu masyarakat lebih mandiri dalam mengatur kebutuhan pokok.
Selain memberi kemudahan bagi warga, langkah ini juga menjadi instrumen pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.
“ika terdapat kenaikan signifikan pada harga komoditas, pemerintah bisa segera menentukan langkah intervensi,” jelasnya.
Nora menekankan bahwa ketepatan data sangat penting karena pemerintah pusat turut menggunakan SP2KP sebagai sumber pemantauan harga nasional. Melalui penguatan sistem dan akses publik, Disperindag Kutim berharap stabilitas harga pangan dapat terjaga, kebutuhan dasar tetap terjangkau, dan masyarakat terlindungi dari fluktuasi pasar.ADV
![]()








