AdvetorialKominfo Kutai Timur

Pemkab Kutim Targetkan Kode 10 Desa Terbit Akhir 2026

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menargetkan kode desa bagi 10 desa persiapan dapat diterbitkan pada akhir 2026. Proses tersebut telah memasuki tahap pembahasan di Kementerian Dalam Negeri setelah seluruh desa melalui tahapan verifikasi pemerintah pusat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutim, Trisno, mengatakan pemerintah daerah menargetkan penerbitan kode desa pada Oktober atau November tahun ini.

“Target kami, kode desa untuk 10 desa dapat diterbitkan pada Oktober atau November 2026,” kata Trisno di Kutai Timur, pada Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, proses verifikasi telah dilakukan sejak awal tahun di tingkat pemerintah pusat. Dari 11 desa persiapan yang diajukan, sebanyak 10 desa dinyatakan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil verifikasi tersebut.

Pembahasan kemudian berlanjut pada Juli melalui pembahasan internal di Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan informasi yang diterima Pemkab Kutim, 10 desa tersebut kembali dinilai layak dan memenuhi ketentuan untuk mendapatkan kode desa.

Trisno mengatakan penerbitan kode desa menjadi tahapan penting dalam proses menuju status desa definitif. Setelah proses di pemerintah pusat selesai, Pemkab Kutim menyiapkan tahapan lanjutan untuk memperkuat pemerintahan desa.

“Setelah kode desa terbit, kami menargetkan pemilihan kepala desa untuk 10 desa tersebut dapat dilaksanakan pada 2027,” ujarnya.

Sementara itu, satu desa persiapan belum dapat mengikuti proses tersebut karena masih menghadapi persoalan batas wilayah antara Kutai Timur dan Berau. Penyelesaian batas menjadi salah satu persyaratan yang harus dituntaskan sebelum proses pemberian kode desa dapat dilanjutkan.

Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi agar persoalan tersebut dapat diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Dengan begitu, seluruh desa persiapan dapat memperoleh kepastian tahapan pembentukannya secara bertahap.

“Untuk satu desa lainnya, prosesnya masih menunggu penyelesaian batas Kutai Timur dan Berau,” pungkasnya. (YS/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!