Dalam Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Zona II yang berlangsung di Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), beberapa waktu lalu, atlet sepatu roda Kaltim berhasil menjadi yang terbaik. Mereka memperoleh 24 medali dan keluar sebagai juara umum.
Pelatih Romansyah menyatakan bahwa dari 14 atlet yang berlomba, sepatu roda Kaltim mendapat 24 medali, dengan 11 emas, 7 perak, dan 6 perunggu.
Dia sangat mengapresiasi semua manajemen, atlet, dan pejabat yang dapat melakukan yang terbaik dari diri mereka. Sebaliknya, dia menyatakan bahwa lokasi lomba berada di pinggir pantai dan sangat rentan terhadap gangguan.
Selama pelaksanaan Pra PON kemarin, tidak ada kendala yang nyata. Dengan hujan sebagai satu-satunya hambatan, tim berhasil bermain dengan baik. Dia mengatakan, “Terus terang, di hari pertama kami agak tidak siap dengan arena lomba karena tidak standar, harusnya 200 meter tapi kurang sekitar 30 meter.”
Dia terus mengatakan bahwa setelah menjadi juara umum, Kaltim mendapatkan manfaat darinya. Salah satu contohnya adalah banyak kontingen meminta saran dari tim Kaltim.
Ini menunjukkan bahwa mereka mengakui kami. Menurutnya, ada pengurus Perserosi Kaltim dan KONI Kaltim yang mendampingi tim untuk melihat mereka bermain selama Pra PON kemarin.
Sejauh yang saya ketahui, Kaltim muncul sebagai juara umum di Pra PON Zona II tahun ini. Tim tuan rumah, Sumbar, menempati posisi kedua dengan total 11 medali, termasuk 4 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Tim ketiga, Riau, menempati posisi ketiga dengan total 11 medali, termasuk 3 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.








