Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jawad Sirajuddin, terus aktif melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) Pertama Tahun 2024 di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada Senin (29/1/24).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah masyarakat, pengurus Rukun Tetangga (RT), serta narasumber Zulkifli Allkaf dan M. Rayis Jawad, dengan Hj. Yayuk Sehati sebagai Moderator.
Dalam sambutannya, Jawad menyampaikan bahwa Sosbang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perbedaan yang beragam di Indonesia, khususnya di lingkungan sekitar.
“Kegiatan ini sudah ada tercantum dalam Badan Musyawarah (Banmus), maka kami sebagai perwakilan rakyat merasa perlu melakukan sosialisasi ini agar dapat memperkuat pemahaman masyarakat terkait keberagaman di sekitar kita,” ujar Jawad.
Legislator asal PAN ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami rasa nasionalisme, yang nantinya akan diajarkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu paham akan rasa nasionalisme untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika, nantinya ini akan kita ajarkan ke anak-anak kita,” imbuhnya.
Dilanjutkan oleh Zulkifli Allkaf, bahwa Indonesia memiliki banyak keberagaman dari segi adat, suku, budaya, agama, dan lain sebagainya, namun semuanya merupakan satu kesatuan yaitu Indonesia.
“Kita tinggal di Indonesia yang memiliki banyak sekali keberagaman, nah dengan adanya sosialisasi ini semoga kita semua bisa saling memahami bagaimana cara kita bersikap sebagai warga negara yang menghargai 4 Pilar Kebangsaan,” ujar Zulkifli.
Rayis Jawad juga menyoroti menurunnya jiwa saling menghargai perbedaan, terutama dalam suku dan bahasa, yang rentan ditemukan di kalangan anak-anak.
“Sekarang coba kita lihat, banyak sekali anak-anak yang sering menjadikan bahasa dan budaya sebagai bahan ejekan,” kata Rayis saat menyampaikan materi.
Rayis berharap agar masyarakat, khususnya di sekitar, tidak pernah membanggakan budaya, ras, atau agama sendiri dengan menjatuhkan budaya, ras, atau agama orang lain, sehingga tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.
Acara ini diharapkan dapat membangun kesadaran akan keberagaman dan memperkokoh persatuan dalam bingkai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
![]()








