Kutai TimurOlahragaPemerintah

Sambut Kejurprov 2025, FPTI Kutim Kirim Atlet Muda di Tengah Keterbatasan Sarpras

Kutai Timur – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutai Timur resmi mengirim 19 atlet mudanya untuk berlaga di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kalimantan Timur (Kaltim) 2025.

Seremoni pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di halaman Kantor Bupati, Senin (5/5/2025), dengan penuh semangat dan harapan besar.

Namun di balik euforia ini, sejumlah tantangan mendasar mencuat ke permukaan, terutama menyangkut sarana dan prasarana (sarpras) yang digunakan para atlet dalam berlatih.

Ketua FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, menyampaikan bahwa kejuaraan tahun ini mempertandingkan 12 kategori usia dengan 35 medali emas yang diperebutkan. Kutim mengirimkan atlet untuk tiga kategori: Speed, Lead, dan Bolder, dengan rentang usia atlet antara 7 hingga 18 tahun. Para atlet disebut telah menjalani latihan intensif selama setahun terakhir, dengan durasi 1–2 jam setiap hari.

“Anak-anak ini kami latih hampir tanpa jeda. Semangat mereka luar biasa. Tapi secara fisik dan mental, tetap kami jaga agar tidak overtraining,” ujarnya.

Sayangnya, meski pencapaian Kutim dalam Porprov 2022 terbilang impresif—8 emas dan gelar juara umum—dukungan terhadap infrastruktur latihan justru belum sebanding. Fasilitas panjat tebing yang digunakan, berlokasi di Bukit Pelangi, disebut sudah berusia lebih dari dua dekade tanpa pembaruan signifikan.

“Sudah digunakan sejak tahun 2000-an. Memang masih bisa digunakan, tapi untuk level kejuaraan, perlu upgrade besar-besaran. Apalagi jika kita ingin menyelenggarakan event skala nasional atau bahkan internasional,” ujar pelatih Fitriyadi.

Minimnya pembaruan fasilitas ini mengindikasikan masih adanya kesenjangan antara ekspektasi prestasi tinggi dan penyediaan dukungan nyata dari pemerintah. Meskipun secara lisan Bupati Ardiansyah mendukung pengembangan sarpras bertaraf internasional, belum terlihat langkah konkret dalam realisasi rencana tersebut.

Selain itu, FPTI juga menyoroti kebutuhan pembinaan mental yang intensif. Usia muda membuat para atlet rentan terhadap tekanan.

“Anak-anak ini bukan hanya bersaing fisik, tapi juga harus tahan mental. Itu yang paling berat,” tambah Fitriyadi.

Kejurprov 2025 akan berlangsung 7–13 Mei di Balikpapan. Atlet Kutim kini tengah bersiap menghadapi lawan-lawan dari kabupaten lain, sekaligus mengusung misi mempertahankan supremasi mereka di ajang provinsi.

Namun jika tak diimbangi dengan investasi serius di sektor infrastruktur dan pembinaan jangka panjang, kejayaan ini bisa berubah jadi prestasi sesaat.

Prestasi lahir dari sistem, bukan sekadar semangat. Dan sistem yang baik menuntut lebih dari sekadar seremoni pelepasan. (SH)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!