Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) semakin serius memperluas akses kerja bagi masyarakat lokal melalui program ambisius penciptaan 50.000 lapangan kerja baru hingga tahun 2029.
Program ini merupakan bagian dari agenda pembangunan ekonomi inklusif yang menekankan keberpihakan terhadap tenaga kerja daerah. Tujuannya agar masyarakat Kutai Timur tidak hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi, tetapi menjadi pelaku utama yang merasakan langsung manfaat pembangunan.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini menyiapkan sistem rekrutmen terbuka yang melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) serta sejumlah lembaga pelatihan resmi. Sistem ini dirancang agar proses perekrutan tenaga kerja berlangsung transparan dan adil bagi seluruh pencari kerja.
“Kami ingin setiap warga punya peluang yang sama untuk bekerja di perusahaan yang beroperasi di wilayah ini,” ujar Ardiansyah dalam pidato resmi.
Selain menambah peluang kerja, pemerintah juga memperluas jaringan pelatihan keahlian di berbagai bidang. Program peningkatan kapasitas tenaga kerja meliputi pelatihan pertanian, pengelasan, tata boga, hingga teknologi informasi.
Pelatihan ini ditujukan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah. Kegiatan pelatihan diselenggarakan secara bertahap, menyesuaikan kebutuhan industri dan sektor usaha yang berkembang di Kutim.
Ardiansyah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat lokal.
“Pekerjaan yang layak akan menciptakan kesejahteraan. Prinsip kami sederhana: industri boleh besar, tapi manfaatnya harus dirasakan rakyat Kutim,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Pemkab Kutim berharap pembangunan ekonomi tidak hanya memperkuat sektor industri dan investasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka kesempatan kerja yang merata, dan menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap menghadapi tuntutan pasar kerja modern hingga tahun 2029.
Program ini diharapkan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi seluruh warga Kutai Timur. (TS/ADV)
![]()








