Balikpapan, Inikaltim.com Senin (13/7/2026) – Anggota DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan pentingnya percepatan evaluasi dan pelaksanaan program pemerintah guna menghindari keterlambatan pekerjaan yang berdampak pada tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Hal itu disampaikannya saat ditemui di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Senin (13/7/2026).
Menurut Yono, berbagai pertanyaan yang sebelumnya disampaikan DPRD telah dijawab oleh Pemerintah Kota Balikpapan, termasuk terkait kinerja sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), besarnya SiLPA, hingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota melalui Wakil Wali Kota telah memberikan penjelasan bahwa tingginya SiLPA disebabkan masih adanya sejumlah pekerjaan yang belum selesai sehingga memerlukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran. Selain itu, beberapa aspirasi masyarakat juga telah diakomodasi dalam jawaban pemerintah.
Yono menambahkan, persoalan jaringan perpipaan yang telah berusia sekitar 35 tahun menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk direvitalisasi. Di sektor infrastruktur jalan, pemerintah juga tetap mengedepankan skala prioritas mengingat masih terdapat sejumlah ruas jalan yang harus dituntaskan secara bertahap.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kota Balikpapan disebut berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana pendidikan, termasuk rencana pembangunan ruang belajar baru pada tiga sekolah dasar yang sebelumnya telah diusulkan.
Terkait arahan Wali Kota mengenai percepatan pelaksanaan pekerjaan sejak awal tahun anggaran, Yono menilai langkah tersebut sangat penting. Menurutnya, pekerjaan yang dimulai lebih awal akan memperkecil risiko keterlambatan penyelesaian proyek yang selama ini menjadi salah satu penyebab munculnya SiLPA karena batas waktu pelaksanaan telah berakhir.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme kontraktor dalam mengerjakan proyek pemerintah. Menurutnya, seluruh pelaksana wajib mematuhi jadwal yang telah ditetapkan serta didukung tenaga ahli, seperti arsitek dan konsultan teknis, agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kontraktor harus mampu mengelola waktu dengan baik sehingga target pekerjaan dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Kota. Dengan demikian, kualitas proyek tetap maksimal dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Yono.
![]()








