AdvetorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Warga Bisa Punya Saham Air Bersih? DPRD Balikpapan Singgung Skema IPO ala Inggris untuk Atasi Krisis PTMB

Balikpapan, Inikaltim.com – Gagasan tak biasa mencuat dari Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidiq, saat ditemui di Kantor DPRD Balikpapan, Senin (13/7/2026). Di tengah sorotan terhadap pelayanan air bersih yang belum maksimal, ia menyinggung kemungkinan keterlibatan masyarakat dalam kepemilikan perusahaan air melalui skema saham atau IPO (Initial Public Offering).

Menurut Jafar, konsep ini bukan hal baru di dunia. Ia mencontohkan perusahaan air asal Inggris, Severn Trent, yang telah go public dan memiliki sekitar 4 juta pelanggan. Melalui skema tersebut, masyarakat bisa membeli saham perusahaan, dan dana yang terkumpul digunakan untuk pengembangan infrastruktur serta perawatan jaringan pipa.

“Ini menarik kalau bisa dikaji. Warga tidak hanya sebagai pelanggan, tapi juga pemilik. Dana dari masyarakat bisa diputar kembali untuk memperbaiki layanan,” ujarnya.

Namun demikian, Jafar menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap berada di tangan pemerintah kota, mengingat PTMB (Perumda Tirta Manuntung Balikpapan) berada di bawah pengawasan Pemkot Balikpapan. Ia juga menilai, persoalan utama PTMB bukan semata soal pendanaan, tetapi lebih pada akar masalah teknis yang harus segera diselesaikan.

Dalam pertemuan bersama manajemen PTMB yang dijadwalkan pada hari yang sama, Jafar mengaku akan membahas sejumlah keluhan masyarakat. Ia menyebut masih banyak wilayah yang mengalami gangguan aliran air, bahkan kualitas air yang belum memenuhi harapan warga.

“Di lingkungan saya sendiri, air kadang tidak maksimal. Bahkan ada yang dikilir. Ini menunjukkan pelayanan belum merata,” katanya.

Jafar juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama organisasi masyarakat lokal seperti POAK (Perkumpulan Orang Asli Kalimantan) turut memantau perkembangan layanan air bersih di Balikpapan. Ia berharap ada langkah konkret yang bisa segera diambil untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Meski ide IPO dinilai menarik, Jafar menekankan bahwa solusi jangka pendek tetap harus difokuskan pada peningkatan layanan yang langsung dirasakan masyarakat. “Yang penting sekarang adalah bagaimana masalah yang ada bisa segera diselesaikan. Itu prioritas utama,” pungkasnya.

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!