AdvetorialKominfo Kutai Timur

Kesehatan Koperasi Jadi Perhatian Diskop UMK Kutim dalam Kemitraan Perusahaan

Kutai Timur — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop UMK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian terhadap kondisi kelembagaan koperasi yang menjalankan hubungan kemitraan dengan perusahaan. Kesehatan organisasi dinilai menjadi salah satu aspek penting agar kerja sama antara koperasi dan perusahaan dapat berlangsung dengan baik.

Untuk memperkuat perhatian tersebut, Diskop UMK Kutim menyiapkan langkah komunikasi dengan perusahaan-perusahaan yang selama ini memiliki hubungan kemitraan dengan koperasi. Komunikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana untuk melihat kondisi koperasi yang terlibat dalam kerja sama sekaligus memastikan aspek kelembagaannya tetap berjalan.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UMK Kutim, Firman Wahyudi, mengatakan pihaknya berencana menyampaikan surat kepada perusahaan yang memiliki kemitraan dengan koperasi di Kutim.

“Ke depan mungkin seperti yang disampaikan Pak Kadis kita akan juga bersurat ke seluruh perusahaan yang bermitra dengan koperasi,” kata Firman saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Menurut Firman, keberadaan koperasi dalam sebuah hubungan kemitraan perlu didukung kondisi kelembagaan yang sehat. Hal tersebut menjadi penting karena koperasi bukan hanya menjalankan kegiatan usaha, tetapi juga memiliki tata kelola organisasi dan anggota yang menjadi bagian dari pengambilan keputusan.

“Artinya syarat berkemitraan itu kan harus dengan lembaga atau koperasi yang sehat,” ujarnya.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat aktivitas kelembagaan koperasi adalah pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Forum tersebut merupakan bagian dari kegiatan organisasi koperasi sekaligus menjadi salah satu gambaran apakah aktivitas kelembagaan masih berjalan secara rutin.

Firman sebelumnya menjelaskan bahwa koperasi yang secara konsisten melaksanakan RAT setiap tahun dapat menunjukkan adanya aktivitas organisasi. Pelaksanaan RAT juga menjadi bagian penting karena keputusan dalam koperasi berkaitan dengan kepentingan para anggotanya.

“Kelihatan deh kalau memang aktif RAT-nya tiap tahun berarti sehat tuh koperasi,” kata Firman.

Bagi Diskop UMK Kutim, kesehatan koperasi tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya aktivitas usaha. Aspek kelembagaan juga perlu diperhatikan karena koperasi memiliki karakter sebagai organisasi yang kepemilikannya berada pada anggota.

Firman menegaskan bahwa koperasi tidak dapat dipandang sebagai organisasi yang menjadi milik pribadi pendiri maupun pengurus. Anggota memiliki kedudukan penting dalam menentukan arah dan keputusan koperasi.

“Koperasi itu milik anggota. Nah, keputusan tertinggi ada pada anggota,” tegasnya.

Dalam hubungan kemitraan dengan perusahaan, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Koperasi yang menjadi mitra perlu memiliki organisasi yang berjalan agar hubungan kerja sama tidak hanya berfokus pada aktivitas usaha, tetapi juga tetap memperhatikan tata kelola kelembagaannya.

Pengawasan terhadap kondisi koperasi diperlukan untuk melihat apakah kewajiban organisasi masih dilaksanakan. Melalui pemantauan tersebut, Diskop UMK Kutim dapat memperoleh gambaran mengenai koperasi yang masih aktif menjalankan kegiatan serta koperasi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Rencana pengiriman surat kepada perusahaan mitra menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk memperkuat komunikasi mengenai hal tersebut. Perusahaan yang menjalin kerja sama dengan koperasi diharapkan dapat menjadi bagian dari perhatian bersama terhadap kondisi lembaga yang menjadi mitranya.

Komunikasi tersebut juga dapat membantu memperluas informasi mengenai kondisi koperasi yang terlibat dalam kemitraan. Dengan adanya hubungan komunikasi antara pemerintah daerah dan perusahaan, aspek kelembagaan koperasi dapat turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan kerja sama.

Firman mengatakan penguatan koperasi tidak cukup hanya dengan memastikan kegiatan usaha tetap berlangsung. Kewajiban organisasi dan keberadaan anggota sebagai bagian dari koperasi juga perlu dijaga agar lembaga tersebut dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Karena itu, kesehatan kelembagaan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan Diskop UMK Kutim dalam melihat koperasi yang menjalankan kemitraan dengan perusahaan. Pelaksanaan RAT secara rutin menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan untuk melihat aktivitas kelembagaan koperasi.

Melalui penguatan komunikasi dan pengawasan, Diskop UMK Kutim berharap koperasi yang terlibat dalam kemitraan dapat memiliki kondisi organisasi yang sehat sekaligus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung hubungan kemitraan yang melibatkan koperasi dengan tata kelola dan aktivitas kelembagaan yang tetap berjalan. (SL/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!