AdvetorialKominfo Kutai Timur

CCTV dan Petugas Tersedia, Kewaspadaan di Pasar Induk Tetap Diperlukan

Kutai Timur — Pengamanan aktivitas perdagangan di Pasar Induk Sangatta Utara tidak hanya bergantung pada keberadaan kamera pengawas dan petugas, tetapi juga membutuhkan kewaspadaan para pedagang.

Pengelola pasar menyebut pencurian barang dagangan masih menjadi perhatian, terutama ketika situasi ramai membuat petugas tidak dapat memantau setiap lapak secara bersamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sangatta Utara, Muhammad Ali Yusuf, mengatakan fasilitas pengamanan telah tersedia, termasuk kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) dan petugas. Meski demikian, sarana tersebut tidak sepenuhnya menutup kemungkinan terjadinya pencurian di tengah aktivitas jual beli.

“Saya rasa untuk keamanan kita sudah lengkap semua, baik CCTV-nya, alat keamanannya, petugasnya. Semua sudah siap,” ujar Ali Yusuf saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Dirinya menjelaskan, kondisi pasar yang ramai menyulitkan petugas untuk selalu mengetahui maksud setiap orang yang datang. Pengunjung yang terlihat seperti sedang berbelanja tidak selalu mudah dibedakan dari orang yang berniat mengambil barang.

Karena itu, pengawasan perlu dilakukan bersamaan dengan kebiasaan pedagang menjaga barang dagangannya.

Ali Yusuf menyebut pencurian terkadang terjadi ketika petugas sedang beristirahat atau menjalankan ibadah. Barang yang diambil pun ada kalanya berupa dagangan kecil, seperti tahu dan tempe, yang diletakkan di bagian depan lapak.

“Dia masuknya itu pada saat petugas sedang beristirahat, kedua, pada saat jam istirahat, waktu orang melaksanakan ibadah,” tuturnya.

Menurutnya, rekaman CCTV dapat membantu menelusuri kejadian ketika kehilangan barang diketahui. Selain kamera yang dimiliki pengelola, sebagian pedagang juga memasang CCTV di tempat usaha masing-masing.

Namun, keberadaan kamera tetap perlu diimbangi dengan perhatian terhadap barang dagangan, terutama yang diletakkan di area terbuka dan mudah dijangkau.

Ia menegaskan bahwa petugas pasar berfokus mengamankan aset pemerintah. Sementara itu, pedagang tetap perlu menjaga barang miliknya sendiri dan tidak sepenuhnya mengandalkan petugas atau kamera pengawas.

“Makanya kita ini memang harus waspada masing-masing,” tegasnya.

Pengelola berharap pedagang lebih berhati-hati saat meninggalkan lapak, termasuk memastikan barang dagangan tidak dibiarkan tanpa pengawasan.

Kewaspadaan tersebut menjadi langkah pendukung bagi sistem keamanan yang telah tersedia, terutama saat aktivitas pasar sedang padat atau petugas menjalankan tugas lainnya.

Dengan kerja sama antara petugas dan pedagang, pengamanan di Pasar Induk Sangatta Utara diharapkan dapat berjalan lebih baik. Upaya menjaga keamanan bukan hanya soal fasilitas, melainkan juga kebiasaan setiap pihak untuk memperhatikan lingkungan dan barang dagangan di sekitarnya. (TS/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!