AdvetorialKominfo Kutai Timur

Pasokan Bahan Pangan Pasar Sangatta Utara Bergantung pada Jaringan Pemasok

Kutai Timur — Pasokan sejumlah bahan pangan di Pasar Induk Sangatta Utara berasal dari berbagai daerah di luar Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Sementara itu, hasil panen petani lokal tidak selalu masuk ke pasar karena sebagian telah dibeli melalui jaringan pembeli atau kelompok yang lebih dahulu menjalin hubungan dengan petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sangatta Utara, Muhammad Ali Yusuf, menjelaskan bahwa bawang yang dijual di pasar biasanya didatangkan dari Sulawesi. Adapun cabai dipasok dari beberapa wilayah, termasuk Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Bawang itu dari Sulawesi biasanya,” ujar Ali Yusuf saat menjelaskan asal pasokan komoditas tersebut di ruang kerjanya.

Untuk cabai, ia menyebut sumber pasokannya berasal dari lebih dari satu daerah.

“Dari Jawa, Sulawesi, dari Kalsel juga,” tuturnya.

Keterangan tersebut memperlihatkan bahwa jalur distribusi bahan pangan ke Pasar Induk Sangatta Utara melibatkan pemasok dari berbagai wilayah.

Komoditas yang tersedia di lapak pedagang tidak hanya berasal dari produksi sekitar Sangatta, tetapi juga didatangkan melalui perdagangan antardaerah.

Di sisi lain, hasil pertanian lokal memiliki jalur pemasaran yang tidak selalu berakhir di pasar. Ali Yusuf menggambarkan bahwa petani terkadang sudah memiliki pembeli sebelum hasil panennya dipasarkan lebih luas.

“Petani terkadang sudah memiliki pembeli melalui komunitasnya ketika hasil panen akan dipasarkan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa jaringan pembeli dan kelompok petani turut memengaruhi jalur penjualan hasil panen. Ketika komoditas sudah terserap melalui transaksi lebih awal, hasilnya belum tentu terlihat dalam aktivitas perdagangan di pasar.

Situasi itu juga menjadi pengingat bahwa keberadaan produk lokal di lapak tidak selalu mencerminkan seluruh hasil pertanian yang diproduksi di Kutim.

Sebagian hasil panen dapat dipasarkan melalui jalur lain, sedangkan pedagang pasar memperoleh barang dari pemasok yang berbeda.

Meski demikian, belum tersedia data mengenai volume pasokan dari setiap daerah, jumlah hasil panen lokal yang terserap kelompok pembeli, maupun perbandingan distribusi melalui pasar dan jalur lainnya. Karena itu, besarnya kontribusi setiap jalur pemasaran belum dapat disimpulkan. (TS/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!