Kutai Timur — Sebanyak 696 pedagang tercatat di Pasar Induk Sangatta Utara dengan jenis usaha yang beragam, mulai dari penjualan ikan, ayam, daging, dan sayuran hingga makanan siap saji serta jajanan.
Data tersebut menjadi gambaran jumlah pelaku usaha yang tercatat di pasar, sekaligus menunjukkan beragam aktivitas perdagangan yang berlangsung di kawasan tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sangatta Utara, Muhammad Ali Yusuf, menjelaskan bahwa jumlah tersebut mencakup pedagang dari berbagai kelompok dagangan.
Dirinya menegaskan bahwa kondisi lapak yang terlihat kosong tidak selalu berarti tempat usaha tersebut sudah tidak digunakan.
“696 pedagang ya, itu semuanya,” ujar Ali Yusuf saat menjelaskan jumlah pedagang yang tercatat di ruang kerjanya.
Menurutnya, kondisi lapak perlu dipahami berdasarkan keadaan pedagang pada saat itu. Ada pedagang yang tidak berjualan sementara karena izin maupun keperluan lain.
Situasi tersebut membuat sejumlah lapak dapat terlihat kosong ketika aktivitas perdagangan sedang berlangsung.
“Lapak yang kosong sebenarnya ada semua cuma karena mungkin ada yang izin, ada yang pulang kampung sementara ya,” tuturnya.
Keterangan tersebut menjelaskan bahwa penampakan lapak pada satu waktu belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya. Pedagang yang tidak terlihat di tempatnya tidak otomatis berarti telah berhenti menjalankan usaha atau meninggalkan lapak secara permanen.
“Jadi itu kok kelihatan kosong, namun sebenarnya ada,” tegasnya
Kondisi ini menjadi penting dalam memahami aktivitas perdagangan di pasar. Lapak yang tampak tidak ditempati bisa berkaitan dengan ketidakhadiran pedagang untuk sementara, sehingga perlu dibedakan dari lapak yang benar-benar tidak lagi digunakan.
Masyarakat yang langsung menyimpulkan tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut akan kondisi lapak yang kosong sesaat tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa jumlah pedagang aktif mengalami penurunan.
Data 696 pedagang juga tidak secara langsung menunjukkan tingkat keterisian lapak setiap hari ataupun jumlah pembeli yang datang. Angka tersebut menggambarkan jumlah pedagang yang tercatat, sedangkan kondisi aktivitas harian dapat berubah mengikuti kehadiran masing-masing pedagang.
Penjelasan Ali Yusuf memberikan konteks mengenai kondisi lapak di Pasar Induk Sangatta Utara yang sering jadi tanda tanya di masyarakat.
Dengan membedakan data pedagang dan situasi lapak pada waktu tertentu, gambaran aktivitas perdagangan dapat disampaikan secara lebih tepat tanpa menarik kesimpulan yang tidak didukung keterangan narasumber. (TS/ADV)
![]()








