AdvetorialEkonomiIndustri PerdaganganKutai TimurUMKM

Hibah UMKM Pemula Kutai Timur Rp2–25 Juta, Target 200 Usaha Tahun

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyiapkan bantuan permodalan berupa hibah Rp2 juta hingga Rp25 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pemula, dengan target sekitar 200 pengusaha menerima bantuan pada 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Kabupaten Kutai Timur Marhadyn mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari 50 program strategis Bupati Kutai Timur yang diarahkan untuk membantu pelaku usaha pemula yang dinilai masih membutuhkan dukungan agar dapat mengembangkan usahanya.

Berbeda dengan skema subsidi kredit atau subsidi bunga, bantuan tersebut diberikan langsung dalam bentuk hibah sehingga pelaku usaha tidak menerima dukungan melalui mekanisme pembiayaan kredit.

“Karena kita gunakan dengan mekanisme hibah, tidak dalam bentuk subsidi kredit atau subsidi bunga, tapi memberikan bantuan langsung dalam bentuk hibah kepada pengusaha-pengusaha UMKM kita,” ujar Marhadyn di Kantor Dinas Koperasi Kutai Timur.

Namun, program tersebut secara khusus menyasar UMKM pemula, bukan pelaku usaha yang sudah berada pada tahap menuju skala usaha kecil, sehingga penerima bantuan akan diseleksi berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Salah satu persyaratan yang disebutkan adalah kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sedangkan penerima juga harus berdomisili dan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Kutai Timur minimal selama satu tahun serta menjalankan usahanya di wilayah tersebut.

Marhadyn menegaskan, ketentuan mengenai penerima yang merupakan orang Kutai Timur tidak didasarkan pada suku, tetapi pada domisili, identitas kependudukan, dan lokasi usaha sebagai bentuk keberpihakan program kepada masyarakat daerah.

“Orang Kutai Timur itu bukan berdasarkan suku, tapi minimal berdomisili dan ber-KTP di Kabupaten Kutai Timur minimal satu tahun serta usahanya di Kutai Timur,” katanya.

Saat ini, program hibah tersebut masih dalam proses persiapan, termasuk tahapan pendaftaran dan mekanisme pelaksanaan sebelum diluncurkan kepada calon penerima.

“Kita targetkan sekitar 200 pengusaha UMKM skala pemula bisa kita bantu tahun ini,” jelas Marhadyn.

Dengan sasaran yang terbatas, pemerintah daerah perlu memastikan proses seleksi berjalan sesuai kriteria agar hibah benar-benar menjangkau UMKM pemula yang membutuhkan dukungan permodalan untuk bertahan dan mengembangkan usaha. (SH/ADV)

Loading

What's your reaction?

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!